Naskah Drama




NASKAH
BURUK
PEMBALASAN DARI NERAKA
Karya: Tempo
Sutradara: Tempo


Para Peran
Buruk diperankan Tempo
 Gadis diperankan Jeda
 Sosok 1 diperankan Mimik
Sosok 2 diperankan Alur

Stage Crew
Artistik oleh Lukis
Musik oleh Beat
Pengisi Suara oleh Nada
Make Up oleh Pimpong










BABAK
(Dalam sebuah Gua yang mistis Seorang pria bungkuk tengah berdoa pada setan dengan alunan-alunan)
(Dua patung yang terbuat dari mayat pun bergerak)
Sosok I        : Sedikit Lagi, Sedikit lagi
Sosok 2        : ya, sedikit lagi
(Kemudian kedua sosok menjadi tenang)
(Buruk mengakhiri doanya dan keluar Panggung)

BABAK
(Buruk masuk dengan bercadar membawa seorang gadis yang tengah pingsan)

Gadis           : (Sadar, melihat sekitar dan berteriak) ka kamu, mau apa.
Buruk           : (Memukul wanita dan gadis tersebut hingga kembali pingsan)

(Siburuk pun meletakkah tubuh wanita tersebut diatas sebuah batu, menggerayanginya sejenak Dan pergi Keluar)

BABAK
Gadis           : (Sadar, menatap sekitarnya)
 Dimana aku, tolong, siapa saja tolong aku.
(berpikir sejenak) laki-laki tadi mengapa ia membawaku kesini.
(mendekati salah satu patung awetan)
Siapa kalian, cepat lepaskan aku! Heh jawab aku
(Menyentuh patung tersebut dan menyadari bahwa keduanya adalah mayat)
Apa? Mayat, mereka adalah mayat, tidak, ya Tuhan apa yang terjadi, tolong siapa saja, ku mohon tolong aku.
Buruk           : (Masuk tertawa) Hahahahahah. Tolong aku. tolong siapa saja..
Gadis           : Siapa kamu? kenapa aku ada disini?
Buruk           : Hahaha, kau Sudah sadar rupanya
Gadis           : apa mau mu?
Buruk           : aku adalah punggug yang merindukan bulan. Telah lama aku menunggu hal ini. Aku menginginkan dirimu sayang.
Gadis           : Apa maksud mu
Buruk           : kau ingin tahu (Sambil Mendekat)
Gadis           : (Mengambis sebuah batu kecil) Tidak, jangan mendekat, jika kau berani mendekat akan aku lempar kamu, siapa kamu sebenarnya
Buruk           : Hahahahah, kamu jangan galak-galak gadis. Aku tidak akan menyakitimu (meraih tangan gadis)
Gadis           : (memberontak dan menampar wajah Buruk hingga cadarnya lepas)
Buruk           : (menahan sakit akibat tamparan) cukup kuat juga pukulanmu ya?
                   (Tertawa) beraninya kau, dasar wanita kurang (menahan ucapannya).
Gadis           : (berteriak, tercengang melihat wajah rusak Buruk) hah kamu, apa sebenarnya mau dari ku.
Buruk           : (Menaruh jari telunjut didepan bibirnya) aku tidak mau apa-apa dari mu (tertawa) Ibu, lihat ibu, aku membawakan calon menantumu ibu, dia cantik bukan bu.? (menangis) Mereka pikir anak mu ini tidak bisa memiliki jodoh bu. Ini bu anak kesayanganmu ini membawa menantumu bu lihatlah ibu. (Mendekati gadis) Bagaimana sekarang kau sudah ingat aku? (menarik rambut gadis) apa kau lupa?
Gadis           : (Menahan rasa sakit) ingat apa? Kumohon lepaskan aku, jika kau mau uang, aku akan memberikan mu, ayah ku adalah orang kaya didesa.
Buruk           : (mengerang merasa direndahkan) kau pikir aku butuh akan uang mu, tidak sama sekali, aku akan memiliki apa pun yang ku mau. sepertinya kau tidak ingat. (melepaskan rambut gadis) Baik aku akan membuatmu ingat
 (Bercerita) Aku adalah laki-laki yang selalu memngirimkan bunga dijendela rumahmu kala bulan Purnama dan selalu mengirimkanmu kata-kata indah agar kau tidak bersedih kala hari mu mengesalkan, dan aku yang membunuh semua lelaki yang pernah mencoba mengganggumu ketika kau berjalan-jalan dipasar. Apa Kau ingat, aku yang menjaga mu dari jauh selama ini, bahkan ketika ibu tirimu menyakitimu aku yang menculiknya dan membunuhnya. (Tertawa) kenapa kamu bisa tidak tahu hah (Marah dan Menghancurkan sebongkah Batu)
Gadis           : Apa jadi kamu yang membunuh istri ayah ku, dasar tak beradab
Buruk           : Bagaimana aku bisa melihatmu terluka.
Gadis           : Tatapi, tapi aku tidak pernah memintamu melakukan itu semua,
Buruk           : Tapi aku akan membunuh semua yang menyakitimu
Gadis           : Kau tak perlu melakukannya
Buruk           : Kenapa?
Gadis           : Karena aku bukan siapa-siapa mu.
Buruk           : Sombong sekali. Tapi tidak apa-apa. Karena malam ini adalah malam pertama kita, keindahanmu akan menjadi milikku.
Gadis           : Apa yang mau kau lakukan?
Buruk           : Tentu saja kamu tahu,
Gadis           : cuih tak sudi aku dengan mu. Cepat lepaskan aku. Kau bukan Manusia (marah) cepat lepaskan aku segera
Buruk           : Tidak,Tidak,Tidak. aku tidak akan melepaskan mu, aku menyukaimu gadis manis ,Apa kau tidak mengerti
Gadis           : Tidak Tapi aku tidak suka dengan mu.
Buruk           : Kenapa. Kenapa hah? apakarna wajah ku hah? (marah dan menarik kembali rambut gadis dan mendekatkan wajahnya)

(Keadaan panggung pun menjadi Statis)

Sosok           : Ya, teruslah dengan keburukan mu buruk, lantas kau akan mendapatkan bagian mu
Sosok 2        : kasian Gadis ini, maaf karna kami tak dapat berbuat apa-apa
Sosok           : sedikit lagi, (tetawaa)
Sosok 2        : Ya sedikit lagi buruk, kami akan datang

(keadaan kembali, kedua sosok kembali statis)

Gadis           : (menahan muntah) hentikan aku tidak menyukaimu, Kau itu monster, aku akan menikah dan bukan dengan orang yang menjijikkan sepertimu, lepaskan aku.
Buruk           : (mengeraskan genggaman tangan dan membanting kepala gadis) Sial, dasar perempuan-perempuan tak tahu diri, kalian selalu menilai orang lain dari tampak fisiknya, tak bisakah kalian pahami betapa sakitnya hari orang-orang sepertiku yang merasakan cinta kepada kalian.
                   Bukan kemauan ku berwajah seperti ini (mengangis)

(Mengangkat kembali kedua tangannya dihadapan api yang tengah membara)

Buruk           : Ibu, dengar ibu Wanita ini menghina anak kesayangan mu ibu, dia mengatakan wajah tampan ku ini seperti monster dan menjijikkan bu. Padahal aku sangat menyayanginya ibu, apakah salah dari anak mu ini ibu hingga dunia ini begitu kejam pada orang-orang yang buruk ibu, ibu (Tersujud dan kembaki berdiri)
                   (Suasana Hening sejenak)
Apa Bu? Tidak perlu mengharapkan dia yang telah menghina anak mu? Apa bu jadikan saya ia tumbal saja? (tertawa) (bersedih) tapi aku menyukainya bu, tidak Tumbalkan saja? Wanita yang hanya cantik wajahnya namun buruk hatinya akan menularkan keburukan pada anak-anak ku kelak.
(Berpikir) baiklah bu. (melihat kearah gadis)
Gadis            : Tidak, tidak… apa yang mau kamu lakukan. Menjauh dari ku
Buruk           : (Tertawa melepaskan badik dari sarung), harusnya kamu menerima cinta ku. tapi kau sama saja seperti yang lainya. (menunjuk kearah patung wanita) mereka juga wanita yang menyakiti hati ku, bahkan menghina rupa ku ini, tapi ya. begitulah nasib mereka. Tapi tenang akan kekal bersama dewa neraka dalam kobaran apinya.
Gadis           : tidak, ku mohon biarkan aku pergi (semakin takut)
Buruk           : (Mengejek riang) Tidak boleh, kamu lebih baik menjadi bagian dari mereka.
Gadis           : Jangan Bunuh aku kumohon
Buruk           : Tenang Ini Tidak akan Sakit (menikamkan badik tersebut kedada sigadis secara perlahan) Tidurlah yang nyenyak.
Gadis           : (Mati)

(suasana menjadi hening)

Buruk           : (Tertawa lalu menangis) kenapa kamu tidak mau pada ku, dasar gadis bodoh andai saja kamu mau dengan ku. kamu tidak akan seperti ini. (Menatapi sekujur tubuh mayat gadis tersebut),padahal mala mini akan menjadi malam yang membahagiakan untuk kita berdua, (menangis) namun, Meskipun kamu sudah mati kenapa kamu masih terlihat cantik aroma tubuhmu masih tetap wangi (Mencoba menaggalkan baju mayat Gadis)

(Tiba-tiba terdengar suara teriakan)
Sosok 1 & 2  : Dasar Biadab
Buruk           : (kaget) Siapa itu? Jangan coba main-main dengan ku.
Sosok 1 & 2  : Kau harus mendapatkan balasan, dasar Buruk
Buruk           : (melihat kearah Patung 1 & 2 yang bergerak dan semakin takut) kalian bukan kah sudah mati. Bagaimana bisa
Sosok 2        : Tidak perlu kau banyak tahu
Sosok 1        : (Tertawa) Kami datang dari neraka untuk membalas dendam padamu monster menjijikan
Sosok 2        : bukan hanya wajah mu yang kotor, tapi hatimu juga busuk, kami sudah menunggu saat-saat ini.
Sosok 1        : (Tertawa) kau kayu bakar yang sempurna untuk neraka
Sosok 1 & 2  : Bersiaplah untuk mati Buruk
Buruk           : (mencoba lari ternyata mayat gadis tadi memegang kakinya hingga ia terjatuh, sosok 1 dan 2 mengikatkan tapi pada kaki serta tangannya) jangan, tolong ampuni aku. Jangan bunuh aku
Gadis           : (Menagis) Tenang Ini Tidak akan Sakit (menikamkan badik tersebut kedada Buruk secara perlahan) Tidurlah yang nyenyak.

(Buruk pun mati dan jiwanya menjadi abadi dineraka)

Gadis           : (menangis) aku sudah bukan manusia lagi
Sosok 1        : apa yang kau tangisi lagi.
Gadis           : Aku tidak bisa bertemu Ayah ku lagi, dan (mengis lebih dalam) calon suami ku
Sosok 2        : kau tak perlu bersedih lagi gadis manis, aku pun memiliki nasib yang sama sepertimu. Sehari sebelum aku menikah, keji ini menculikku dan menyatakan cinta pada ku, aku menolaknya, ia membunuhku.
Sosok 1        : Sekarang hanya kita setidaknya tidak aka nada lagi wanita yang menjadi korban dari kebiadaban laki-laki monster ini
Sosok 1 & 2  : Sudah tidak perlu bersedih
Gadis           : Selamat Tinggal Ayah, Kang mas.

(Jasad mereka semua pun tersungkur yang menandakan jiwa mereka telah kembali ke Tempat semestinya)

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar